Sebuah masyarakat adalah himpunan dari individu yang membentuk suatu kelompok sosial budaya. Pengalaman individu tak dipungkiri, itu adalah ahsil dari sebuah interaksi antar sesama dalam sebuah masyarakat. Interaksi ini melahirkan sebuah kebudayaansebagai icon dari masyarakat tersebut. Tak ada sebuah masyarakat manapun di dunia ini yang tidak memiliki budaya karena manusia adalah makhuk sosial. Kata Aristoteles, manusia adalah zoon politicon (manusia adalah binatang berpolitik), atau menurut istilah ilmu mantiq, ??????? ????? ???? (manusia adalah hewan –makhluk hidup- yang berakal).

          Oleh karena kehidupan sosial budaya selalu melekat dan berpengaruh serta menjadi pedoman bagi setiap prilaku individu, maka tanpa masyarakat ia tidak dapat berkembang menjadi pribadi karena ikatan dalam kelompoknya merupakan urat nadi dalam hidupnya. Ibarat sampan tak berdayung atau sepeda tak berantai. Lebih konkret lagi diumpamakan sesosok manusia yang berkaki satu, bertangan satu, bertelinga satu, bermata satu, berlubang hidung satu, begitulah sebuah masyarakat terbentuk dari beberapa idividu dan satu individu tidak membentuk sebuah masyarakat.

Pada pembahasan berikut ini akan mengetengahkan apa itu kebudayaan, unsur-unsurnya, sifat hakikatnya, dan proses akulturasi budaya asing, serta perbedaannya dengan peradaban dan peradaban Islam. Yang kesemuanya dikolerasikan dengan pendidikan supaya para pendidik memandang perlu terhadap pemahaman sebuah kebudayaan yang tidak bisa diceraikan dari sebuah proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu kaderisasi generasi berbudaya dan beradab.